PENJELASAN SEJARAH ATAS KELUARNYA ARUNG PALAKKA DARI BARISAN SULTAN HASANUDDIN MENJELANG PERANG MAKASSAR

Darmawijaya Darmawijaya

Abstract


Sebagai pemimpin baru Makassar, Sultan Hasanuddin sedang menghadapi ancaman Kompeni Belanda yang semakin kuat. Dalam memperkuat kekuatan Makassar dari ancaman Kompeni Belanda, Sultan Hasanuddin memerintahkan orang Bugis Bone yang berstatus sebagai “budak” untuk bekerja menggali parit di sepanjang Pantai Makassar. Pekerjaan menggali parit itu telah mendorong Arung Palakka memimpin orang Bugis Bone keluar dari barisan Sultan Hasanuddin. Melalui Metode Sejarah dengan pendekatan nilai-nilai budaya dan
Kepemimpinan Humanistik, kajian memperlihatkan, bahwa keluarnya Arung Palakka dari barisan Sultan Hasanuddin menjelang Perang Makassar adalah dipicu oleh implementasi kebijakan Sultan Hasanuddin dalam mempekerjakan Bugis Bone dalam menggali parit sudah di luar batas kemanusiaan. Mereka dipaksa untuk bekerja siang dan malam, tanpa diberikan istirahat dan perhatian yang memadai. Kebijakan seperti inilah yang membuat siri’ (harga diri) orang Bugis semakin terhina sehingga mendorong Arung Palakka memimpin orang Bugis Bone keluar dari barisan Sultan Hasanuddin agar orang Bugis Bone bisa merdeka dari kekuasaan Makassar. Dalam rangka mencapai tujuan itu, Arung Palakka meminta bantuan kepada Kompeni Belanda yang sudah lama mengincar Makassar. Bagi Sultan Hasanuddin berperang melawan Kompeni Belanda adalah perjuangan demi membela siri (harga diri) orang Makassar, karena Kompeni Belanda ingin menaklukkan Makassar. Arung Palakka dengan bantuan Kompeni Belanda berhasil memerdekakan orang Bone. Dari kekuasaan Makassar. Kompeni Belanda pun berhasil pula menaklukkan Makassar, sedangkan Sultan Hasanuddin sendiri berhasil pula membela siri (harga diri) orang Makassar secara terhormat sampai Makassar jatuh ke tangan Kompeni Belanda. Apabila Sultan Hasanuddin mampu memperlakukan orang Bone secara manusiawi dalam mengerjakan parit itu dan membangun komunikasi politik yang baik dengan para bangsawan Bugis, seperti Arung Palakka, maka Sultan Hasanuddin berpeluang menjadi seorang pemimpin yang tangguh di masa itu yang sulit untuk ditembus oleh Kompeni Belanda.


Keywords


Siri; Arung Palakka; Sultan Hasanuddin; Kompeni Belanda

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.36869/wjsb.v8i1.103

Refbacks

  • There are currently no refbacks.