AKHIR PERSEKUTUAN BELANDA DENGAN KERAJAAN BONE ABAD XIX

Sahajuddin Sahajuddin

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan peristiwa terjadinya perubahan pemerintahan dari Gubernur Makassar (Gouverneur van Makassar) menjadi Gubernur Celebes dan daerah taklukannya(Gouverneur van Celebes en Onderhoorigheden). Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang menjelaskan persoalan berdasarkan perspektif sejarah dengan beberapa langkah, seperti heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi.Hasil kajian menunjukkan bahwa perubahan pemerintahan itu berbuntut panjang dengan berakhirnya persekutuan antara Belanda dengan Kerajaan Bone. Persekutuan itu mulai terusik ketika terjadi penyerahan Sulawesi Selatan oleh Belanda kepada Inggris. Kerajaan Bone tidak ingin lagi bekerja sama dengan
Belanda, terbukti denganpenolakan Kerajaan Bone untuk menandatangani Korte Verklaring1824. Perubahan status pemerintahan gubernur merupakan puncak kekecewaan Bone dengan melakukan perlawanan. Perubahan itu terkait pula dengan adanya rencana Belanda menjadikan Pelabuhan Sombaopu menjadi pelabuhan bebas sebagaimana yang dilakukan oleh Inggris di Singapura.Untuk mencapai tujuannya, Belanda harus menguasai Kerajaan Bone dengan ekspedisi militer pada 1859 sekaligus mengubah status Kerajaan Bone, dari Kerajaan
Sekutu menjadi Kerajaan Pinjaman.


Keywords


Kerajaan Bone; Gubernur Celebes; sekutu; Kerajaan Pinjaman

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.36869/wjsb.v8i1.105

Refbacks

  • There are currently no refbacks.