IDENTIFIKASI DAN ANALISIS POTENSI LOKALITAS BAGI STRATEGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT NELAYAN DI DESA PANCANA SULAWESI SELATAN

Hamka Naping

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis potensi lokal masyarakat nelayan Pancana dalam bentuk modal sosial, modal budaya dan modal kelembagaan sebagai acuan pemberdayaan.Strategi pemberdayaan ini dapat menjadi alternative dan menyempurnakan pendekatan pengentasan kemiskinan konvensional yang dilakukan oleh pemerintah, dan lembaga swadaya masyarakat yangmenerapkan pendekatan positivistic dengan hanya menekankan pada aspek ekonomi. Tampaknya pendekatan tersebut tidak relevan lagi dengan meningkatnya kemampuan dan kapasitas masyarakat lokal dalam mengelola potensi sumberdaya yang dimiliki melalui sistem kelembagaan dan budaya lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, mengandalkan wawancara mendalam dan observasi partisipasi sebagai strategi utama mengumpulkan data. Dengan pendekatan ini substansi dari modal sosial, modal budaya dan kelembagaan terungkap dengan utuh, kemudian dianalisis untuk menemukan dimensi pokok untuk meningkatkan kesejahtraan nelayan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, masyarakat nelayan Pancana memiliki potensi modal sosial, modal budaya dan kelembagaan yang dapat menjadi potensi peningkatan kesejahtraan mereka. Bentuk-bentuk modal sosial, modal budaya dan kelembagaan lokal yang dimiliki oleh masyarakat nelayan Pancana antara lain tersimpul dalam sebuah kelembagaan yang dikenal dengan “punggawa sawi”, dimana di dalamnya terkandung antara lain adanya aksi-aksi kolaboratif, adanya nilai saling tolong- menolong, adanya kemampuan untuk membangun dan mengembangkan jaringan sosial, dan adanya kapasitas dan kemampuan pengorgaisasian diri dan kemahiran serta keahlian dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya laut yang dimiliki oleh masyarakat Pancana. Dengan pengelolaan potensi lokal tersebut memungkinkan produktifitas akan meningkat, dan pemanfaatan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi akan lebih efisien sehingga memungkinkan terjadinya surplus dan tabungan yang akan lebih menjamin kepastian hidup dan tingkat kesejahteraan.


Keywords


pemberdayaan; modal kelembagaan; modal sosial dan modal budaya

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.36869/wjsb.v7i2.140

Refbacks

  • There are currently no refbacks.