PERANAN KAPITA LASANDARA DI KERAJAAN LAIWUI PADA MASA PENDUDUKAN JEPANG (1942 – 1945)

Simon Sirua Sarapang

Abstract


Kajian ini bertujuan untuk mengungkapkan dan menjelaskan peranan Kapita Lasandara di Kerajaan Laiwui pada masa pendudukan Jepang tahun 1942 – 1945. Lasandara berperan untuk menjalankan pemerintahan dan pengawasan terhadap perekonomian rakyat di bagian utara wilayah Kerajaan Laiwui, yakni dari Pondidaha sampai Lambuya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah dengan menempuh empat tahapan kerja, antara lain: 1) heuristik yaitu kegiatan pengumpulan data dengan cara penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan, 2) kritik data yang terdiri atas kritik ekstern dan kritik intern untuk mrndapatkan data yang valid, 3) penafsiran data dengan menghubungkan antara data yang satu dengan yang lainnya, dan 4) sintesis yang dituangkan dalam bentuk tulisan. Hasil Kajian menunjukkan bahwa pengangkatan Lasandara sebagai Kapita di Kerajaan Laiwui berawal dari masuknya Jepang di wilayah Kerajaan Konawe. Sebelumnya, Lasandara adalah Kapita di Kerajaan Laiwui (wakil Raja Laiwui Tekaka) pada tahun 1942. Berdasarkan kedudukan Tekaka dan Lasandara, Kendari (Laiwui) diduduki oleh pemerintahan militer Jepang dan Lasandara diangkat menjadi Kapita di Wawotobi yang membawahi tujuh distrik yang masing-masing dikepalai oleh Gunco. Lasandara berperan untuk memprakarsai pembuatan jalan dari Kendari sampai ke Wawotobi, menggalakkan rakyat untuk berkebun dan bersawah, dan mengawasi pengerahan rakyat (pemuda) untuk masuk organisasi Seinendan. Kekuasaan Lasandra sebagai Kapita berakhir dengan takluknya Jepang kepada sekutu pada tahun 1945.


Keywords


peranan; Kerajaan Laiwui; Lasandara

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.36869/wjsb.v7i2.145

Refbacks

  • There are currently no refbacks.