THE LIFE OF DUTCH MISSIONARIES IN EASTERN INDONESIA IN DETENTION CAMPS AT SOUTH SULAWESI (1942-1945)

Joshua Jolly Sucanta Cakranegara

Abstract


This article discussed the life of Dutch missionaries in Eastern Indonesia in detention camps in South Sulawesi during the Japanese occupation period (1942-1945). This was motivated by the political policy of the Japanese Navy as the ruler of the East Indonesia region which tried to eliminate all kinds of Western influence, one of which was through the detention of Catholic missionaries. This article used a historical method based on a literature study. The study result showed that several places in South Sulawesi, such as Makassar, Malino, Kampili, Pare-Pare, Bojo, and Bolong were chosen as the detention camps for Dutch Catholic missionaries in Eastern Indonesia, because they were the central government of the Japanese Navy in Eastern Indonesia. Besides, the poor conditions of the detention camps and prone to armed attacks caused many missionaries die there while being detained in 1942 and 1943. Some of the missionaries who survived were returned to their mission lands from late 1945 to early 1946. At the end, this crucial period had a major impact on the history of the Catholic Church in Indonesia, that was the absence of Dutch missionaries in the mission lands as well as the common active involvements and a few Japanese missionaries in carrying out missions.


Keywords


Sulawesi Selatan; misionaris Belanda; Gereja Katolik; kamp tahanan; pendudukan Jepang

References


Anonim. 1946. Kampleven onder Tropenzon: Wat onze Zusters-Missionarissen in de Vrouwenkampen van Noord-en Zuid-Celebes Beleefden. ‘s-Hertogenbosch: Mariënburg.

Anonim. 1992. Seabad Paroki Katedral Keuskupan Agung Ujung Pandang 1892-1992. Ujung Pandang: Seksi Dokumentasi Panitia 100 Tahun Gereja Katedral.

Bank, Jan. 1999. Katolik di Masa Revolusi Indonesia. Jakarta: Grasindo-Perwakilan KITLV.

Bigalke, Terance W. 2019. Sejarah Sosial Tana Toraja. Yogyakarta: Ombak.

Brugmans, I.J., H.J. de Graaf, A.H. Joustra, dan A.G. Vromans. 1960. Nederlandsch-Indië onder Japanse Bezetting: Gegevens en Documenten over de Jaren 1942-1945. Franeker: Wever.

Cornelissen, F. 1949. Missie-arbeid onder Japanse Bezetting: Een Bijdrage tot de Geschiedenis van de Floresmissie. Steyl-Tegelen: Missiehuis St. Willibrord.

Cornelissen, F. 1978. 50 Tahun Pendidikan Imam di Flores, Timor dan Bali. Ende: Arnoldus.

De Jong, Kees. 2002. Menjadikan Segala-galanya Baik: Sejarah Gereja Katolik di Pulau Muna 1885-1985. Yogyakarta: Kanisius.

De Jong, L. 1985. Het Koninkrijk der Nederlanden in de Tweede Wereldoorlog Deel 11b: Nederlands-Indië Tweede Helft. Leiden: Martinus Nijhoff.

De Jong, L. 2002. The Collapse of Colonial Society. Leiden: KITLV Press.

Haripranata, H. 1984. Ceritera Sejarah Gereja Katolik Sumba dan Sumbawa. Ende: Arnoldus.

Kadir, Harun, Muchlis Paeni, dan La Side Daeng Tapala. 1978. Sejarah Daerah Sulawesi Selatan. Jakarta: Proyek Penerbitan Buku Bacaan dan Sastra Indonesia dan Daerah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Kahin, George McTurnan. 2013. Nasionalisme dan Revolusi Indonesia. Depok: Komunitas Bambu.

Kuntowijoyo. 2013. Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Lalawar, Herman. 1974. “Sejarah Gereja Katolik di Wilayah Keuskupan Atambua dan Keuskupan Kupang”. M.P.M. Muskens (ed.). Sejarah Gereja Katolik Indonesia Jilid 3: Wilayah-wilayah Keuskupan dan Majelis Agung Waligereja Indonesia Abad ke-20. Jakarta: Bagian Dokumentasi Penerangan Kantor Waligereja Indonesia.

Manning, A.F. 1990. Mensen en Situaties: Scènes uit het Katholiek Leven in de Negentiende en Twintigste Eeuw. Baarn: Arbor.

Muskens, M.P.M. 1973. Sejarah Gereja Katolik Indonesia Jilid 4: Pengintegrasian di Alam Indonesia. Jakarta: Bagian Dokumentasi Penerangan Kantor Waligereja Indonesia.

Oktorino, Nino. 2016. Di Bawah Matahari Terbit: Sejarah Pendudukan Jepang di Indonesia, 1941-1945. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Patriwirawan. 1974. “Sejarah Gereja Katolik di Wilayah Keuskupan Denpasar”. M.P.M. Muskens (ed.). Sejarah Gereja Katolik Indonesia Jilid 3: Wilayah-wilayah Keuskupan dan Majelis Agung Waligereja Indonesia Abad ke-20. Jakarta: Bagian Dokumentasi Penerangan Kantor Waligereja Indonesia.

Piskaty, Kurt dan Joannes Riberu. 1966. Nusa Tenggara: Setengah Abad Karya Misi S.V.D. (1913-1963). Ende: Nusa Indah.

Post, Peter et al. (eds.). 2010. The Encyclopedia of Indonesia in the Pacific War. Leiden: Brill.

Ricklefs, M.C. 2008. Sejarah Indonesia Modern 1200-2008. Jakarta: Serambi Ilmu Semesta.

Sloot, Jan. 2012. Fransiskan Masuk Papua Jilid I: Periode Pemerintahan Belanda 1937-1962. Papua: Kustodi Fransiskus Duta Damai.

Sol, A.P.C. dan Frits H. Pangemanan. 2015. Restorasi Misi Katolik di Kepulauan Maluku: 1888-1994. Sebuah Catatan Kronologis. Yogyakarta: Kanisius.

Steenbrink, Karel. 2018. Orang-orang Katolik di Indonesia Era Kemerdekaan 1945-2010. Maumere: Ledalero.

Tasuku Sato dan Mark Tennien. 2005. Aku Terkenang Flores. Ende: Nusa Indah.

Tjahjadi, Simon Petrus L. 2018. Surviving the Dai Nippon: Gereja Katolik Indonesia Masa Pendudukan Jepang (1942-1945). Jakarta: Obor.

Van den Eerenbeemt, Y.P.C. 1974. “Sejarah Gereja Katolik di Wilayah Keuskupanagung Ujungpandang”. M.P.M. Muskens (ed.). Sejarah Gereja Katolik Indonesia Jilid 3: Wilayah-wilayah Keuskupan dan Majelis Agung Waligereja Indonesia Abad ke-20. Jakarta: Bagian Dokumentasi Penerangan Kantor Waligereja Indonesia.

Van Schie, G. 2000. Gereja Katolik di Tana Toraja dan Luwu: Sejarah tentang Awal Perkembangannya. Jakarta: Obor.

Van Velden, D. 1963. De Japanse Interneringskampen voor Burgers gedurende de Tweede Wereldoorlog. Groningen: J.B. Wolters.

Zwaan, Jacob. 1981. Nederlands-Indië 1940-1946 II. Japans Intermezzo 9 Maart 1942-15 Augustus 1945. Den Haag: Omniboek.




DOI: https://doi.org/10.36869/wjsb.v12i1.158

Refbacks

  • There are currently no refbacks.