DANGKE: SPECIFIC CULINARY ENREKANG SOCIETY

Masgaba Masgaba

Abstract


This study aimed to describe the processing methods and cultural values contained in the business of making Dangke. This study used descriptive qualitative methods with data collection techniques through interviews, observation, and literature study. The study result showed that Dangke is a kind of Enrekang people’s culinary. Initially, buffalo milk was the main ingredient used in making dangke, but it is replaced with milk from dairy cows today, because of the population of buffalo has decreased. The process of making Dangke used simple technology. Dangke was made using a coconut shell, thus its shaped like a dome, then packed using banana leaves. The values contained in the business of making Dangke were the cultural, social, economic, cooperation, accuracy, and used-effort values.


Keywords


dangke, kuliner, nilai, masyarakat Enrekang.

Full Text:

PDF

References


Abdullah, Irwan. 2015. Konstruksi dan Reproduksi Kebudayaan. Yogyakarta: Pustaka Perlajar.

Amir, Muhammad. 2021. Onderafdeling Enrekang Pada Masa Pemerintahan Hindia Belanda 1905-1942, dalam Sejarah Enrekang Dari ToManurung Hingga Terbentuknya Kabupaten. Makassar: De La Macca.

Daeng, Hans J. 2008. Manusia, Kebudayaan dan Lingkungan Tinjauan Antropologi. Yogyakarta:Pustaka Pelajar.

Damsar, Indrayani. 2013. Pengantar Sosiologi Ekonomi. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group.

Femmy. 2009.Dinamika Usaha Tani dan Hubungannya dengan Ketersediaan Pangan (Studi Kasus: Nagari Padang Laweh Kabupaten Agam), Suluah: Media Komunikasi Kesejarahan, kemasyarakatan dan Kebudayaan Balai pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Padang,Vol 9, No.10. hal. 19.

Fieldhouse, Paul. 1996. Food and Nutrition Custom and Culture. Chapman and Hall. P

Hartono, dkk. 2015. Inventarisasi Perlindungan Karya Budaya Kuliner Se’I di Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Yogyakarta: Penerbit Kepel Press.

Haviland, William A. 1988. Antropologi, edisi keempat, Jilid I, Jakarta: Penerbit Erlangga.

Kila, Syahrir. 2021. Sejarah Enrekang: Masa Tomanurung Hingga Masuknya Agama Islam, dalam Sejarah Enrekang Dari ToManurung Hingga Terbentuknya Kabupaten. Makassar: De La Macca.

Koentjaraningrat, dkk. 1984. Kamus Istilah Antropologi. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Depdikbud.

Koentjaraningrat. 2009. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Lisungan, Joni. 2012. Sagu Makanan Tradisional (Dalam Perspektif Antropologi Budaya). Makassar: de La Macca.

Mappasanda (Penerjemah). 1991. Massenrempulu Menurut Catatan D.F. Van Braam Morris. Ujung Pandang: Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional.

Masgaba. 2014. Pasar Tradisional Pattallassang: Ruang Ekonomi dan Interaksi Sosial Budaya. Makssar: De La Macca.

Moleong, L.J. 2001. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosalakarya.

Nurwanti, Yustina Hastrini. 2011. Dinamika Kewirausahaan Kuliner: Lumpia Semarang Tahun 1965-2009 dalam Patrawidya Seni Penerbitan Penelitian Sejarah dan Budaya, Vol. 12, No. 2. Yogyakarta: BPSNT.

Paul, Erickson dan Liam D. Murphy. 2018. A History of Anthtropological Theory. Mutia Nurul Izzah (penerjemah). Jakarta: Prenada Group.

Pelras, Christian. 2006. Manusia Bugis. Jakarta: Nalar bekerjasama dengan Forum Jakarta-Paris, EFEO.

Prasetia, Ade. 2016. Ekonomi Maritim Indonesia. Yogyakarta: Diandra Kreatif.

Rahman, Fadly. 2016. Jejak Rasa NusantaraSejarah Makanan Indonesia.Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Sari. 2007. Bale Bandung: Wujud Tradisi Religi dalam Pengelolaan Lingkungan: Bandung: Bhakta Astiti, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Ikatan ahli Arkeologi Indonesia;

Sjafri, Sairin, dkk. 2002. Pengantar Antropologi Ekonomi.Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Soekanto, Soerjono. 2010. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Raja Grafindo Persada,




DOI: https://doi.org/10.36869/wjsb.v12i1.192

Refbacks

  • There are currently no refbacks.