THE RENEWAL OF BUNGAYA AGREEMENT IN 1984: MANUSCRIPT ANALYSIS OF ADDATUANG SIDENRENG

Muhammad Amir, Andi Maryam

Abstract


The renewal of Bungaya Agreement in 1984 was one of a guideline in managing the relationship between the Dutch East Indies and several kingdoms in South Sulawesi. This study not only aimed to describe the renewal of the Bungaya Agreement based on the manuscript of Addatuang Sidenreng, but also explained the background and impacts of the agreement toward the the kingdoms being in South Sulawesi. The method used was a qualitative research method in term of descriptive analysis through history and filology approaches. The study result showed that the renewal of Bungaya Agreement not only facilitated the government of the Dutch East Indies in restoring the position and power of its colonial government in South Sulawesi, but also gave it opportunity to interfere the internal affairs of the kingdoms in South Sulawesi. Therefore, the renewal of Bungaya Agreement was very beneficial for the Dutch government and very detrimental for the kingdoms in South Sulawesi, so it became the cause of conflicts between the two parties in its establishment.

 


Keywords


pembaharuan, Perjanjian Bungaya, dan manuskrip

Full Text:

PDF

References


Abduh, Muhammad, dkk. 1985. Sejarah Perlawanan Terhadap Imperialisme dan Kolonialisme di Sulawesi Selatan. Jakarta: Depdikbud

Amir, Muhammad, dkk. 2012. Konflik dan Perubahan Sosial. Makassar: de la macca.

Amir, Muhammad. 2014. Konflik Tanete dan Belanda di Sulawesi Selatan 1824, dalam Jurnal Jnana Budaya, Vol.19, No.2.

Amir, Muhammad. 2014. Perlawanan Suppa Terhadap Ekspedisi Militer Belanda 1824, dalam Jurnal Walasuji, Vol.5, No.1 Juni 2014.

Andaya, Leonard Y. 2010. Diaspora Bugis, Identitas, dan Islam di Negeri Malaya, dalam Andi Faisal Bakti, Diaspora Bugis di Alam Melayu Nusantara. Makassar: Ininnawa.

Anonim. 1910. Nota van Toelichting bij de Korte Verklaring Geteekend en Beeedigd door den Adatoewang en de Hadatsleten van het Landschap Sawito op 27 sten Mei 1908, dalam Tijdschrift voor Indische Taal-,Land-en Volkenkunde (TBG) Jilid LII.

Asba, A. Rasyid. 2010. Gerakan Sosial di Tanah Bugis: Raja Tanete Lapatau Menentang Belanda. Yogyakarta: Ombak.

Druce, Stephen C. 2009. The Lands West of the Lakes: A History of the Ajatappareng Kingdoms of South Sulawesi 1200 to 1600 CE. Leiden: KITLV.

Kadir, Harun, dkk. 1978. Sejarah Daerah Sulawesi Selatan. Jakarta: Depdikbud.

Kadir, Harun, dkk. 1984. Sejarah Perjuangan Kemerdekaan Republik Indonesia di Sulawesi Selatan 1945-1950. Ujung Pandang: Kerjasama Bappeda Provinsi Sulawesi Selatan dengan Universitas Hasanuddin.

Kemp, P.H. van der. 1910. De Teruggave der Oost Indische Kolonien 1814-1816: Naar Oorspronkelijke Stukken. ‘s-Gravenhage: Martinus Nijhoff.

Kemp, P. H. van der. 1901. Brieven Van en aan Mr. H.J. Van de Graaff 1816-1826, eenebijdrage tot de kinnis der Oost-Indische Bestuurstoestanden Onder de Regeering van G.A.G.P. Baron Van Der Capellen. Batavia: Albrecht & Co, Tweede deel.

Latif, Abd. 20112. Konfederasi Ajatappareng 1812-1906: Sejarah Sosiopolitik Orang Bugis di Sulawesi Selatan. Bangi: Disertasi Fakulti Sosial dan Kemanuasian Universiti Kebangsaan Malaysia.

Latif, Abd. 2014. Para Penguasa Ajatappareng, Refleksi Sejarah Sosial Politik Orang Bugis. Yogyakarta: Ombak.

Latif, Abd. 2014. Perkawinan Politik dan Pewarisan Kekuasaan di Ajatappareng, Sulawesi Selatan, dalam Jurnal Walasuji, Vol.5, No.1 Juni 2014.

Leyds, W.J. 1940. Memori van Overgave, Assistant Resident Mandar. Majene: 9 Februari 1940.

Lontara Addatuang Sidenreng. Koleksi Yayasan Kebudayaan Sulawesi Selatan, Badan Arsip dan Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan.

Lontara Akkarungeng Sidenreng. Koleksi Yayasan Kebudayaan Sulawesi Selatan, Badan Arsip dan Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan.

Lontara Akkarungeng Suppa. Koleksi Yayasan Kebudayaan Sulawesi Selatan, Badan Arsip dan Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan.

Mappangara, Suriadi. 1996. Kerajaan Bone Abad XIX: Konflik Kerajaan Bone-Belanda 1816-1860. Yogyakarta: Tesis (belum diterbitkan) Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada.

Mattulada. 1998. Sejarah, Masyarakat, dan Kebudayaan Sulawesi Selatan. Makassar: Hasanuddin University Press.

Morris, D.F. van Braam. 1890. Nota van Toelichting op het Contract Gesloten met het Landschap Sawieto (Adjataparang) op den 30 Sten Oktober 1890, dalm Tijdschrift voor Indische Taal-,Land-en Volkenkunde (TBG) Tahun 1893, Jilid XXXVI.

PaEni, Mukhlis, dkk.1985. Sejarah Kabupaten Derah Tingkat II Sidenreng Rappang. Universitas Hasanuddin.

PaEni, Mukhlis, dkk. 2002. Batara Gowa, Messianisme Dalam Gerakan Sosial di Makassar. Yogyakarta: Hadjah Mada University Press.

Patunru, Abdurrazak Daeng, dkk. 1989. Sejaarah Bone. Ujung Pandang: Yayasan Kebudayaan Sulawesi Selatan.

Patunru, Abdurrazak Daeng. 2004. Sidenreng, dalam Bingkisan Panturu: Sejarah Lokal Sulawesi Selatan. Makassar: Pusat Kajian Indonesia Timur bekerjasama dengan Lembaga Penerbitan Universitas Hasanuddin.

Perelaer, M.T.H. 1872. De Bonische Expeditie; Krijgsgebeur of a Celebes in 1859 en 1860. Leiden: Gualth Kolt.

Poelinggomang, Edward L. 2002. Makassar Abad XIX Studi Tentang Kebijakan Perdagangan Maritim. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

Poelinggomang, Edward L. 2004. Perubahan Politik dan Hubungan Kekuasaan Makassar 1906-1942. Yogyakarta: Ombak.

Poelinggomang, Edward L. 2005. Sejarah Tanete, Dari Angangnionjo Hingga Kabupaten Barru. Pemerintah Kabupaten Barru.

Poelinggomang, Edward L. 2005a. Sejarah Sulawesi Selatan Jilid I. Makassar: Balibangda Provinsi Sulawesi Selatan.

Standen, P. B. 1884. Zuid-Celebes, Bijdragen tot de Krijgsgeshiedenis en Militaire Geographe van de Zuidelijke Landtong van het Eiland Celebes. Utrecht: Kemink & Zoon.

Stuers, H. van de.1954. De Expeditie Tegen Tanette en Soepa in 1824, dalam Tijdschrift voor Nederlandsch India (TNI), Vol. 59.

Sumber Arsip. 1854. Bijdragen tot de Geschiedenis van Celebes, dalam Tijschrift voor Nederlandsch-Indie (TNI), Jilid II.

Sumber Arsip, 1971. Staakundig Overzicht van Nederlandsh Indie, 1837 (Laporan Politik Tahun 1837). Djakarta: Penerbitan Sumber-Sumber Sedjarah Arsip Nasional Republik Indonesia No. 4.

Sumber Arsip. 1973. Ikhtisar Keadaan Politik Hindia Belanda Tahun 1839-1848. Djakarta: Penerbitan Sumber-Sumber Sejarah Arsip Nasional Republik Indonesia, No.5.

Undang-undang No. 5 Tahun 2017 Tentang Pemajuan Kebudayaan. Jakarta: Kemdikbud

Walinono, Hasan. 1979. Tanete Suatu Studi Sosiologi Politik. Ujung Pandang: Disertasi Universitas Hasanuddin.




DOI: https://doi.org/10.36869/wjsb.v12i1.196

Refbacks

  • There are currently no refbacks.