INTEGRASI AWAL TERBENTUKNYA KERAJAAN-KERAJAAN LOKAL DI SULAWESI SELATAN

Sahajuddin Sahajuddin

Abstract


Kajian ini bertujuan mengungkapkan integrasi awal terbentuknya kerajaan-kerajaan lokal di Sulawesi Selatan. Metode yang digunakan adalah metode sejarah, yang menjelaskan persoalan berdasarkan perspektif sejarah. Hasil kajian menunjukkan bahwa terbentuknya kerajaan-kerajaan lokal yang ada di Sulawesi Selatan terjadi pada abad XIII. Kerajaan-kerajaan tersebut telah ada sebelum kelompok persekutuan kesukuan yang disebut akkarungeng atau karaengang. Kerajaan yang terbentuk pada abad XIII adalah kerajaan yang sudah terorganisir dari segi sistem pemerintahannya. Proses awal terbentuknya kerajaan-kerajaan tersebut berawal dari adanya konflik-konflik internal kerajaan yang berhasil dipersatukan oleh To Manurung. Keberadaan To Manurung di setiap kerajaan berbeda-beda, ada yang menganggapnya sebagai mitos atau dongeng, ada pula yang menganggapnya sebagai peristiwa sejarah. Terlepas dari itu, harus diakui bahwa mitos tentang To Manurung di Sulawesi Selatan merupakan salah satu faktor yang ikut menguatkan nilai kebudayaan Bugis- Makassar atau masyarakat Sulawesi Selatan pada umumnya.

Keywords


integrasi; kerajaan lokal; To Manurung; konflik internal.

Full Text:

PDF

References


Ahimsa Putra, Heddy Shri. 1988. Minawang: hubungan Patron-Klien di Sulawesi Selatan, Gadjah mada University Press, Yogyakarta.

--------------. 2006. Strukturalisme Levi-Strauss: Mitos dan Karya Sastra, Kepel Press, Yogyakarta.

dan Sahajuddin. 2011. Konfederasi Mandar: Kajian Sejarah Persekutuan Antar Kerajaan di Sulawesi Barat, Dian Istana, Makassar.

Gising, Basrah. 2002. Sejarah Kerajaan Tanete, Sama Jaya Makassar, Makassar.

Gottschalk, Louis. 1985. Mengerti Sejarah, yang diterjemahkan oleh Nugroho Notosusanto, Universitas Indonesia Press, Jakarta.

Hamid, Pananrangi. 1991. ”Sejarah Kabupaten Tingkat II Soppeng”, Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Ujung Pandang, Makassar.

Longi, Syarif. (editor). 2001. Kerajaan Agangnionjo (Tanete), Proyek Pengadaan Sarana Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Barru tahun Anggaran 2001, Barru.

Kadir, Harun dkk. 1984. Sejarah Perjuangan Kemerdekaan Republik Indonesia Di Sulawesi Selatan (1945-1950), diterbitkan atas

Kerjasama Bappeda Tingkat I Provinsi Sulawesi Selatan dengan

Universitas Hasanuddin, Makassar.

Kartodirdjo, Sartono. 1985. Pemikiran dan Perkembangan Historigrafi Indonesia: Suatu Alternatif. Jakarta: Gramedia Jakarta.

---------------. 1988. Pengantar Sejarah Indonesia Baru: 1500-1900 Dari Emporium Sampai Imperium Jilid I, Gramedia, Jakarta.

Mappangara, Suriadi, 2004. Kerajaan Bone Dalam Sejarah Politik Sulawesi Selatan Abad XIX, Makassar, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi Sulawesi Selatan

Pangerang, Rimba Alam A. 2009. Sejarah Singkat Kerajaan di Sulawesi Selatan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi

Sulawesi Selatan, Makassar

Patunru, Abd. Razak Daeng. 1993. Sejarah Gowa, Makassar (Ujung Pandang), Yayasan Kebudayaan Sulawesi Selatan, Ujung Pandang.

--------------. 2004. Bingkisan Patunru, Sejarah Lokal Sulawesi Selatan, Makassar, Pusat Kajian Indonesia Timur bekerja sama dengan lembaga penerbitan Universitas Hasanuddin, Makassar.

Poelinggomang, Edward L. 2004. Perubahan Politik dan Hubungan Kekuasaan Makassar 1906-1942, Ombak, Yogyakarta.

________. dkk. 2004. Sejarah Sulawesi Selatan Jilid I, Makassar, Badan Penelitian Dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Propinsi Sulawesi Selatan.

________, 2005. ”Sejarah Tanete Dari Agangnionjo Hingga Kabupaten Barru” Pemerintah Kabupaten Barru, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Barru.

Sahajuddin, 2011. Butta Toa Bantaeng Menjawab Zamannya 1666-1905, Pustaka Sawerigading, Makassar




DOI: https://doi.org/10.36869/wjsb.v9i1.22

Refbacks

  • There are currently no refbacks.