MACCERA SIWANUA: TRADISI MENYUCIKAN KAMPUNG DAN PESTA RAKYAT DI DESA ALITTA, KECAMATAN MATIRO BULU KABUPATEN PINRANG

Muh. Ardi Akam Lawwarani, Nur Alizah

Abstract


Penelitian ini menjelaskan tentang maccera siwannua di Desa Alitta yang dipercaya dapat menolak bala dan sebagai wujud rasa syukur dan penghormatan kepada Raja La Massora dan We Bungko, figur yang masih dikeramatkan oleh masyarakat Alitta sampai sekarang. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan metode observasi dan wawancara. Setelah melakukan peninjauan penelitian ilmiah dengan menggunakan metode yang sistematis, peneliti mengemukakan fakta-fakta lapangan yang menjadi gambaran objektif mengenai macera siwanua di Desa Alitta dan partisipasi masyarakat pada ritual tersebut. Fakta pertama, Desa Alitta yang terdiri atas tiga dusun (Alitta, Lapakkita, dan Polejewa) merupakan satu-satunya desa di Kecamatan Mattiro Bulu yang pernah menjadi kerajaan di Ajatappareng. Fakta kedua, pelaksaanaan ritual maccera siwanua dipimpin oleh sanro wanua (dukun) dan dibantu oleh perangkat desa. Pada acara maccera siwanua, sanro wanua sangat berperan karena dia yang memimpin jalannya acara mulai dari persiapan awal sampai akhir acara. Fakta ketiga, bujung lapakkita adalah sebuah sumur yang dibuat pada masa pemerintahan Raja La Massora dan diperuntukkan kepada We Bungko (seorang bidadari). Sekarang, bujung lapakkita digunakan masyarakat setempat untuk mendapatkan berkah.

Keywords


maccera siwanua; Desa Alitta; sanro wanua; tradisi; ritual

Full Text:

PDF

References


Sugiono,2009.Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Jakarta CV: Alfabeta.

Nurseno,2009.Theory And Aplication Of Socioloy For Grade XI Of Senior High School And Islamic Seniora High School. Solo: Bilingual.

Pelras Chritian,2006.Manusia Bugis. Nalar, Jakarta.

Anwar.D, 2003. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Surabaya: Amelia.

Lexy, J, Moleong. 2001. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Pratiwi, Citra. 2016. Pengaruh Kearifan Lokal Masyarakat Adat Kampung Naga Terhadap Pengelolaan Hutan. Skripsi. Tidak diterbitkan, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor: Bogor 08 September 2017

Salosa ST, et al. 2014. Hutan Dalam Kehidupan Masyarakat Hatam Di Lingkungan Cagar Alam Pegunungan Arfak. Manusia dan Lingkungan Vol.21 No.3. http://jpeces.ugm.ac.id/ojs/index.php/JML/article/view/39 6/300, 14 September 2017

Ningrum E. 2012. Dinamika Masyarakat Tradisional Kampung Naga di Kabupaten Tasikmalaya. Sosial dan Perlindungan. Vol.28. No. 1. http://ejournal.unisba.ac.id/index.php/mimbar/article/view/338/36,

September 2017

Sudjiman Panuti,2010. Filologi Melayu (Online)(Http://fikirjernih.blogspot.co.id/2010/03/pengertian-dari-Cagar-budaya.html?m=1, diakses pada tanggal 26 Mei 2018

pukul 20:37 wita)




DOI: https://doi.org/10.36869/wjsb.v9i1.33

Refbacks

  • There are currently no refbacks.