MAKNA SIMBOLIK TRADISI RITUAL MASSORONG LOPI-LOPI OLEH MASYARAKAT MANDAR DI TAPANGO, KABUPATEN POLMAN, PROVINSI SULAWESI BARAT

Abdul Hafid, Raodah Raodah

Abstract


Tulisan ini merupakan hasil penelitian tentang upacara massorong lopi-lopi pada masyarakat Mandar di Desa Tapango, Kabupaten Polman, Provinsi Sulawesi Barat. Tradisi ritual ini merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan oleh masyarakat sebagai penolak bala, agar kampung mereka terhindar dari mara bahaya. Di samping itu, tradisi ritual ini juga merupakan ajang silaturahmi antarmasyarakat, baik yang bertempat tinggal di Desa Topango maupun di perantauan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam tradisi ritual massorong lopi-lopi terkandung makna simbolik dari lopi-lopi yang digunakan sebagai alat ritual, begitu pula sesajen yang dihidangkan, serta peralatan yang digunakan. Masyarakat di Desa Tapango meyakini bahwa dengan melaksanakan ritual massorong lopi-lopi, segala bencana dan wabah penyakit yang akan menimpa mereka akan hanyut dan hilang terbawa arus air, sedangkan perahu-perahu tersebut dimaknai sebagai bahtera yang membawa masyarakat ke tempat yang sejahtera, selamat, dan sentosa.

Keywords


makna simbol, massorong lopi-lopi; sando banua; penolak bala

Full Text:

PDF

References


Ansar. 2010. Nilai budaya dalam Upacara Massossor Manurung di Kabupaten Mamuju. Makassar: Penerbit Dian Istana kerja sama dengan BPNST Makassar.

Endaswara, Suwardi. 2006. Mistik Kejawen: Sikritisme, Simbolisme, dan Sufisme Dalam Budaya Spiritual Jawa. Yogyakarta: Narasi.

Geertz, Clifford, 1992. Kebudayaan dan Agama;Sekapur Sirih Dr Budi Susanto SJ. Yogyakarta: Kanisius

Hafid, Abdul. 2010. Penerapan Hukum Adat yang Berkenaan Dengan Pelaksanaan Upacara Baca-Baca Nenegtag Adam di Lembanan Kabupaten Polman. Makassar: Penerbit Dian Istana Kerja sama dengan

BPNB Makassar.

Herusatoto, Budiono. 2000. Simbolisme dalam Budaya Jawa. Yogyakarta: PT. Hanindita.

Ismail, Arifuddin. 2007. Religi Manusia Nelayan Masyarakat Mandar. Makassar: CV Indobis rekagrafis.

Moloeng,L.J. 2005. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Raodah,2015. “Makna Simbolik Tradisi Mappoli Banua Pada Mansyarakat Banua Kaiyang Mosso, Prov. Sulawesi Barat” dalam Jurnal Patanjala Vol. 7, Nomor 3 September 2015. Penerbit BPNB Bandung.

Soedjijono, dkk. 1987. Struktur dan Isi Mantra Bahasa Jawa di Jawa Timur. Jakarta: Depdikbud.

Salam, Rahayu. 2010. Upacara Mammanuang di Salabose Kabupaten Majene. Makassar: Penerbit Dian Istana kerja sama dengan BPSNT Makassar

Supanto, dkk. 1992. Upacara Tradisional Sekaten Daerah Istimewa Yogyakarta. Yogyakarta: Proyek Inventerisasi dan

Pembinaan Nilai-Nilai Budaya.




DOI: https://doi.org/10.36869/wjsb.v10i1.37

Refbacks

  • There are currently no refbacks.