MODAL SOSIAL MASYARAKAT MULTIETNIK DI BERINGIN JAYA

Tini Suryaningsi

Abstract


Artikel ini menjelaskan tentang modal sosial masyarakat multietnik di Desa Beringin Jaya, Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa pengamatan, wawancara, dokumentasi, dan FGD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberagaman bukan menjadi penghalang bagi masyarakat untuk berhubungan baik satu dengan yang lain. Untuk menciptakan keharmonisan dalam masyarakat, dibutuhkan sebuah modal yang bersifat sosial dalam rangka menetralisasi risiko terjadinya konflik karena perbedaan yang ada. Modal sosial menjadi sarana menjalin hubungan; meredam ego dan kepentingan pribadi atau golongan; dan menyatukan perbedaan, sehingga keberagaman dalam suatu lingkungan masyarakat terjalin harmonis. Adanya kesepakatan bersama menjadi modal dalam berinteraksi di masyarakat. Modal tersebut merupakan sebuah jaminan untuk kelanggengan kehidupan yang multietnik agar senantiasa terjaga keharmonisan dalam keberagaman. Perbedaan itu bersifat sensitif dan diharapkan modal sosial menjadi kekuatan persatuan dalam masyarakat.

Keywords


masyarakat multietnik; hidup rukun; modal sosial

Full Text:

PDF

References


Field, Jhon. 2011. Modal Sosial. Yogyakarta: Kreasi Kencana.

Harris, Philip & Robert T. Moran. 1996.

Komunikasi Antar Budaya. Dedi Mulyana (Editor). Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Hasmah. 2015. Dinamika Sosial Masyarakat Nelayan. Makassar: Pustaka Sawerigading.

Jenks, Chris. 2013. Culture Studi Kebudayaan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ihromi, T.O. 2013. Pokok-Pokok Antropologi Budaya. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Koentjaraningrat. 1993. Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Djambatan.

---------------------- 1997. Pengantar Antropologi I. Jakarta: Rineka Cipta. Molan, Benyamin. 2015. Multikulturalisme, Cerdas Membangun Hidup Bersama yang Stabil dan Dinamis. Jakarta: Indeks.

Mudana, IW. 2015. Sosiologi Antropologi Pembangunan. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Suparlan, Parsudi. 2001. “Kesetaraan Warga dan Hak Budaya Komuniti dalam Masyarakat Majemuk Indonesia” dalam Jurnal Antropologi Indonesia 66. Hal:1- 12.

Pujileksono, Sugeng. 2016. Pengantar Antropologi Memahami Realitas Sosial Budaya Edisi Revisi. Malang: Intrans Publishing.

Raga, Gede & I Wayan Mudana. 2013. “Modal Sosial dalam Pengintegrasian Masyarakat Multietnis Pada Masyarakat Desa Pakraman di Bali” dalam Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora. Vol. 2, No. 2. Hal: 209-221.

Sadilah, Emiliana, dkk. 1997. Integrasi Nasional: Suatu Pendekatan Budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta. Yogyakarta: Depertemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan. Bagian Proyek Pengkajian dan Pembinaan Nilai-Nilai Budaya

Daerah Instimewa Yogyakarta.

Setiadi, Elly, dkk. 2011. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Jakarta: Kencana.

Sutrisno, Mudji. 2009. Ranah-Ranah Kebudayaan. Yogyakarta: Kanisius.

Wiranata, I Gede A.B. 2011. Antropologi Budaya. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti.




DOI: https://doi.org/10.36869/wjsb.v10i1.42

Refbacks

  • There are currently no refbacks.