SYEKH YUSUF: PAHLAWAN NASIONAL DUA BANGSA LINTAS BENUA

Syahrir Kila

Abstract


Kajian ini bertujuan untuk memaparkan tentang Perjuangan Syekh Yusuf di Banten. Ia dikenal sebagai ulama besar yang berasal dari Makassar, namun sebagian besar hidupnya diabdikan di kampung orang, yaitu Banten. Kajian ini menggunakan metode sejarah dengan empat langkah sistematis. Pencarian datanya lebih banyak bertumpuh pada studi literatur melalui beberapa perpustakaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa di Banten, ia menjadi penasehat utama Sultan Ageng Tirtayasa (mufti). Awalnya hanya mengembangkan agama Islam, namun karena perkembangan politik di Banten menyebabkan beliau harus berjuang membantu mertuanya melawan VOC yang bersekutu dengan anak kandungnya, Sultan Haji. Beliau ditangkap VOC lalu dibuang ke Sailon dan Afrika Selatan. Ia meninggal dunia pada 1699 dalam usia 73 tahun. Tahun 1995, atau 296 tahun kemudian barulah Indonesia memberikan gelar Pahlawan Nasional, dan tahun 2009 atau 310 tahun setelah meninggalnya, Afrika Selatan juga memberikan gelar Pahlawan Nasional.

Keywords


Syekh Yusuf; perjuangan; ulama Banten

Full Text:

PDF

References


Abidin, Zainal. 1999. Capita Selecta Sejarah Sulawesi Selatan. Ujung Pandang: Hasanuddin University Press.

Ambary, Hasan Muarif. 1995. “Agama dan Masyarakat Banten”, dalam Banten Kota Pelabuhan Jalan Sutera. Jakarta: Proyek IDSN.

Andaya.2013. Warisan Arung Palakka; Sejarah Sulawesi Selatan Abadx Ke-18 (terjemahan). Makassar: Ininnawa.

Amansyah, Makkarausu. 1975. Syekh Yusuf Tajul Khalwati. Makalah. Makassar: Universitas Hasanuddin.

Abu Hamid. 2005. Syekh Yusuf Seorang Ulama, Sufi dan Pejuang (disertasi). Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Candrasasmita, Uka. 1995. “Banten Sebagai Pusat Kekuasaan dan Niaga Antarbangsa”, dalam Banten Kota Pelabuhan Jalan Sutera. Jakarta: Proyek IDSN.

Cense. 1996. “ Pemujaan Syekh Yusuf di Sulawesi Selatan”, dalam Sejarah Lokal di Indonesia. Yokyakarta: Gajah Mada University Press.

Patunru, 1969. Sejarah Gowa. Ujung Pandang: Yayasan Kebudayaan Sulawesi Selatan dan Tenggara.

Ekasjati, Edi,S. 1995. “ Kesultanan Banten dan Hubungannya dengan Dunia Luar”, dalam Banten Kota Pelabuhan Jalan Sutera.

Jakarta: Proyek IDSN.

Graaf,H.J.De.1987. Disintegrasi Mataram Di Bawah Amangkurat I. Jakarta : PT. Pustaka Grafitti Pers.

Kamaruddin,dkk. 1985. Lontarak Bilang Raja-Raja Gowa dan Tallo (terjemahan).1986. Ujung Pandang: Proyek Penelitian dan

Pengkajian Kabudayaan Sulawesi Selatan.

Kila, Syahrir. 1986. “ Gerakan Repatriasi Syekh Yusuf di Tanah Makassar”, Ujung Pandang: Skripsi Jurusan Sejarah Fakultas

Sastra Universitas Hasanuddin.

Kartodirdjo, Sartono. 1992. Sejarah Indonesia Baru 1500-1900; Dari Emporium sampai Imperium I . Jakarta: Gramedia.

Mattulada. 1982. Menyusuri Jejak Kehadiran Makassar Dalam Sejarah. Makassar: Bhakti Baru.

Massiara. 1983. Syekh Yusuf Tuanta Salamaka dari Gowa. Jakarta Utara: Lakipadada.

Mangemba.1994. Takutlah Pada Orang Jujur. Ujung Pandang: Hasanuddin University Press.

PaEni, Muhklis dan Edward Poelinggomang.2002. Batara Gowa; Mesianisme DalamGerakan Sosial di Makassar,

Poelinggomang,dkk. 2004. Sejarah Sulawesi Selatan Jilid I. Makassar: Balitbangda.

Rickleff.2008. Sejarah Indonesia Modern. Jakarta: Serambi.




DOI: https://doi.org/10.36869/wjsb.v9i2.44

Refbacks

  • There are currently no refbacks.