PRODUKSI DAN REPRODUKSI MEMORI: PENGALAMAN KELUARGA EKS TAHANAN POLITIK PKI DI SULAWESI SELATAN

Taufik Ahmad

Abstract


Pergeseran politik dari rezim Orde Baru ke era reformasi pada dasarnya telah memberi ruang gerak lebih luas kepada eks tapol untuk mereproduksi memori trauma dalam bentuk formal. Jika era Order Baru produksi memori eks tapol hanya dalam lingkunga keluarga, maka di era reformasi mereka mentransmisikan memori ke post-memori dengan cara lebih terbuka. Artikel ini mencoba untuk melihat produksi dan reproduksi memori dengan mengambil kasus dua keluarga eks tahanan politik (Tapol) PKI di Sulawesi Selatan. Dengan menggunakan metodologi sejarah dan menekankan pada proses, studi ini membuktikan bahwa produksi memori tapol diekspresikan melalui catatan-catatan harian, surat-surat, dan sketsa. Memori tersebut kemudian ditransmisikan ke generasi post-memori melalui cerita-cerita keluarga, gambar dan prilaku seharihari. Selanjutnya, generasi post-memori mereproduksi dan menerjemahkan ulang warisan memori tersebut di tengah perubahan-perubahan sosial politik. Konteks ini mengindikasikan bahwa pada masa Orde Baru, memori eks tapol hanya menjadi bagian dari domestic memory, kemudian berubah menjadi public memory yang diartikulasikan secara terbuka di era reformasi. Akan tetapi, terdapat cara-cara yang berbeda setiap tapol dalam memproduksi dan mentransmisikan memorinya. Latar belakang eks tapol; Pendidikan, kehidupan keluarga, dan aktivitas di masa lalu, memberi pengaruh signifikan terhadap pilihan-pilihan dalam menentukan model transmisi memori.

Keywords


memori, post-memory; tahanan politik; Sulawesi Selatan

Full Text:

PDF

References


Abdullah, Taufik. 2009. Indonesia Towards Democracy. Singapore: Institute of Southeast Asian Studies.

Ahmad, Taufik. 2009. Kamp Pengasingan Moncongloe. Depok: Desantara.

———. 2012. ‘South Sulawesi: Militery, Polotical Prisoner, and Force Labour.’ in Douglas Kammen and Katharine McGregor (eds.), The Contours of Mass Violence in Indonesia 1965-68. Singapore: Asian Studies Association of Australia–NUS Press–Nias Press.

Bolles, Edmund Blair. 1988. Remembering and Forgetting; Inquiries into the Nature of Memory. New York: Walker and Company.

Conroe, Andrew Marc. 2012. ‘Generating History: Violence and the Risks of Remembering for Families of Former Political Prisoners in

Post-New Order Indonesia’, University of Michigan.

Fenres, James, and Chris Wickham. 1992. Social Memory: Social Memory: New Perspectives on the Past. Camridge: Balckwell.

Hirsch, Marianna. 2008. ‘The Generation of Postmemory’, Poetic Today, 29: 103-28.

Krisnadi. 2001. Tahanan Politik Pulau Buru (1969-1979) (Jakarta: LP3S).

Lestariningsih, Amurwati Dwi. 2011. Gerwani: Kisah Tapol Wanita di Kamp. Pelantungan. Jakarta: Kompas.

McGregor, Katharine E. 2002. ‘Commemoration of 1 October, “Hari Kesaktian Pancasila”: A Post Mortem Analysis?’, Asian Studies

Review, 6: 41-72.

———. 2013. ‘Memory Studies and Human Rights in Indonesia’, Asian Studies Review, 37: 350-61.

Morris-Suzuki, Tessa. 2005. The past within us: Media, memory, history. Verso: London New York.

Nasrallah, Laura. 2005. “The Politics of Memory.”In Autumn. Harvard Divinity Bulletin.

Rappaport, Joanne. 1990. The Politics of Memory; Native Historical Interpretation in the Colombian Andes. Camridge University Press.

Roosa, John, Ayu Ratih, and Hilmar Farid (ed.)^(eds.). 2004. Tahun yang tak Pernah Berakhir: Memahami Pengalaman Korban 65 (Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat. Jakarta: ELSAM.

Setiawan, Hersri. 2004. Memoar Pulau Buru. Yogyakarta: Indonesia Tera.

Toer, Pramoedya Ananta. 2000. Nyanyian Sunyi Seorang Bisu. Jakarta: Hasta Mitra.




DOI: https://doi.org/10.36869/wjsb.v9i2.48

Refbacks

  • There are currently no refbacks.