KONFLIK ELITE DAN PEREBUTAN OTORITAS: PERIODE AKHIR KERAJAAN BONE, 1946-1951

Subarman Subarman

Abstract


Studi ini mengungkap tentang konflik lokal dan kondisi sosial-politik yang terjadi di wilayah Kerajaan Bone pada awal kemerdekaan. Topik ini memiliki urgensi tentang diskursus konsep negara dan perebutan otoritas yang mewarnai perjalanan sejarah daerah Bone. Kajian ini menggunakan metode sejarah melalui empat tahapan, yakni: heuristik, interpretasi, kritik, dan historiografi. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kerajaan Bone pada periode akhir mengalami masa rentan karena adanya perebutan otoritas, baik yang melibatkan NICA, kelompok ektremis, prorepublik dan federalis, maupun yang menyajikan konflik internal bangsawan istana. La Pabbenteng dan Andi Mappanyukki adalah dua elite yang masing-masing memiliki pengaruh di Kerajaan Bone. Mereka terlibat intrik yang selanjutnya menggiring keberpihakan terhadap situasi politik masa revolusi, yaitu pertarungan konsep negara republik melawan federalis. Meskipun situasi keamanan rentan dengan maraknya pencurian dan perampokan, pemerintahan kerajaan secara administratif tetap berjalan.

Keywords


konflik elite; perebutan otoritas; Kerajaan Bone

Full Text:

PDF

References


Arsip Statis Inventaris Pemda Bone 1922-1959 No. Reg. 668, 661, 849, 852, 924, 953

Arsip Inventaris Koleksi Pribadi Muhammad Saleh La Hade (1937-1973) No. Reg. 109

Keputusan Presiden Indonesia Timur No,78/ Prb/48 Tentang Pengangkatan Ketua Hadat Tinggi dari Gabungan Selebes Selatan.

Nota Serah Terima dari Kepala Kehutanan Ir. M. Hoek (Pengelola Wilayah Kerja Celebes-Barat yang turun jabatan periode 1946-Agustus 1947)

Notulen rapat pemerintah keradjaan Bone pada 30 November 1949, dihadiri pejabat di antaranya: Maddusila, Makkedang Tana; Sulolipu, Tomarilaleng; Patarai, Aru Matjege; Mandapi, Aru Pontjeng; Paranrengi, Aru Tibotjong; Passalo, Aru Ta’; Pasinringi, Aru Tanete Riattang dan para Salewatang.

Anak Agung Gde Agung. 1985. Dari Negara Indonesia Timur ke Negara Indonesia Serikat. Yogyakarta: Gadjah Mada Press.

Anderson Bennedict. 2018. Revoloesi Pemoeda; Pendudukan Jepang dan Perlawanan di Jawa 1944-1946. Tangerang: Marjin Kiri.

Bemmelen, Sita van dan Remco Raben (Peny.) 2011. Antara daerah dan Negara: Indonesia tahun 1950-an, Pembongkaran Narasi Besar Integrasi Bangsa. KITLV‑Jakarta ‑ NIOD ‑ Yayasan Pustaka Obor Indonesia

Bloembergen, Marieke. 2009. Polisi Zaman Hindia Belanda; Dari Kepedulian dan Ketakutan. Jakarta: Kompas, bekerjasama dengan KITLV-Jakarta.

Chairan, Tamin dkk. 2011. Bunga Rampai Sastra Bugis, Bacaan Sejarah Sulawesi Selatan (Transliterasi dan Terjemahan). Jakarta:

Perpustakaan Nasional dan Balai Pustaka

Abdurrazak, Daeng Patunru, dkk. 1995. Sejarah Bone. Makassar: Yayasan Kebudayaan Sulawesi Selatan.

Mappangara, Suriadi, 2008. SULSEL, Dimensi Sosial-Budaya, Untuk Parisiwisata. Kerjasama Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI dengan Universitas Hasanuddin.

Oostindie, Gert. 2016. Serdadu Belanda di Indonesia 1945-1950; Kesaksian Perang pada Sisi Sejarah yang Salah. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, KITLVJakarta

Subarman. 2017. Pule dan Rakkiang; Pengalaman Ketahanan Pangan Petani Bone pada Masa Revolusi (1945-1949). Jakarta: Direktorat Sejarah, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian

Pendidikan dan Kebudayaan

Sutherland, Heather. 1983. Terbentuknya Sebuah Elitee Birokrasi. Jakarta: Penerbit Sinar Harapan.

Asba, A. Rasyid. 2008. “Andi Sultan Daeng Raja Kaum Cendikia, Tokoh Pergerakan Nasional dan Pejuang Kemerdekaan”. Makalah disampaikan dalam Seminar 100 tahun memperingati Kebangkitan

Nasional dengan Thema” Mencari Nilai-Nilai Kepahlawanan Sultan Daeng Raja, Seratus Tahun Kebangkitan Nasional Pemda. TKII. Bulukumba. 23 Mei 2008

Abdullah, Taufik. 2016. Historiografi dalam Denyut Sejarah Bangsa. Jurnal Kalam, edisi 8, tahun 2016, hal. 2-28

Subarman, 2006. Bone: Dari Kerajaan Hingga Terbentuknya Kotif Watampone. Makalah. Progam Studi Antropologi Konsentrasi

Sejarah Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin Makassar.




DOI: https://doi.org/10.36869/wjsb.v9i2.51

Refbacks

  • There are currently no refbacks.