EKSISTENSI RITUAL NELAYAN BAJO PADA ACARA PENURUNAN PERAHU BARU DI PETOAHA, KENDARI

Nur Alam Saleh

Abstract


Tulisan ini merupakan hasil penelitian yang bertujuan untuk mengetahui keberadaan upacara ritual dalam menurunkan perahu baru pada masyarakat nelayan Bajo yang berdiam di Kelurahan Petoaha, Kecamatan Abeli, Kota Kendari. Bagi orang Bajo, laut dan perahu merupakan dua sisi yang tidak bisa dipisahkan karena keduanya telah menjadi satu pada saat orang Bajo mencari nafkah di laut. Oleh karena itu, upacara ritual tersebut dilakukan dalam upaya menjaga keselamatan perahu dengan baik dalam mengakses sumber daya laut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui pengamatan (observasi), wawancara, dan studi pustaka (data sekunder). Hasil penilitian menunjukkan bahwa sampai saat ini, orang Bajo masih melakukan aktivitas ritual upacara selamatan dalam rangka penurunan perahu baru sebagai bentuk penghormatan kepada penguasa di laut (Mbombongana Lao) agar mereka mendapatkan rezeki yang banyak, ketenangan, kedamaian, dan perlindungannya. Bahan-bahan yang disajikan dalam upacara tersebut mempunyai makna tersendiri. Seiring dengan berjalannya waktu, upacara ritual menurunkan perahu sudah mengalami pergeseran dalam tata cara pelaksanaannya, sejumlah perlengkapan upacara yang harus disiapkan sebelumnya telah mengalami perubahan sekarang ini.

Keywords


ritual; penurunan perahu; nelayan Bajo

Full Text:

PDF

References


Alvin, Gouldner. 1970. FungsionalismevKebudayaan.Yogyakarta: LKi

Aryono, Suryo. 1985. Kamus Antropologi.vJakarta: Persindo

Budhisantoso, Suber. 1989. Tradisi Lisan Sebagai sebagai Sumber InformasiKebudayaan dalam Analisa Kebudayaan, Jakarta: Depdikbud.

Claude Levi-Strauss, 1999. Ras dan Sejarah. Yogyakarta: LKiS

Geertz, Clifford. 1989. Mojokuto, Dinamika Sosial Sebuah Kota di Jawa. Jakarta: Grafiti Press.

Hafid, Yunus dkk. 1996. Pola Pemukimandan Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Bajou Daerah Sulawesi Selatan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Bagian Proyek P2NB. Ujungpandang:

Penerbit CV Maju Jaya.

Heddy Shri Ahimsa-Putra, 2001. Strukturalisme Levi-Strauss, Mitos dan Karya Sastra. Yogyakarta: Galang Press

James, M Henslin, 1994. Sosiologi dengan Pendekatan Membumi. Jakarta: Erlangga

Judith Schlehe. 2006. Budaya Barat dalam Kacamata Timur. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Koentjaraningrat. 1981. Sejarah Teori Antropologi I. Jakarta: UI Press.

Koentjaraningrat. 1992.Beberapa Pokok Antropologi Sosial. Jakarta: Dian Rakyat.

Moh. Nazir. Ph. D. 2003. Metode Penelitian. Jakarta : PT Ghalia Indonesia.

Moleong, Lexi J. 2006. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosda Karya.

Nur Syam, 2007. Madzhab-madzhab Antropologi. Yogyakarta: LKiS.

Padindang, Ajiep. 2007. Tradisi Masyarakat Islam di Sulawesi Selatan. Makassar: La Macca.

Peursen, Van. 1988. Strategi Kebudayaan. Jakarta: Kanisius.

Purwasito, Andrik. 2003. Agama Tradisional, Yogyakarta: LKiS.

Scharf, Betty R. 1995. Kajian Sosiologi Agama. Yokyakarta: PT Tiara Wacana Yogya.

Soekmono. R. 1987. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia. Yokyakarta: Kanisius.

Soesanto. 1974. Kebudayaan, Mentalitas danPembangunan. Jakarta: Gramedia.

William A. Haviland. 1999. Antropologi. Jakarta: Erlangga.




DOI: https://doi.org/10.36869/wjsb.v9i2.52

Refbacks

  • There are currently no refbacks.