ORANG MELAYU DI SULAWESI SELATAN

Bahtiar Bahtiar

Abstract


Kajian ini bertujuan menjelaskan kedatangan orang melayu di Sulawesi Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode sejarah, dengan melalui beberapa tahapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedatangan orang Melayu di Sulawesi Selatan dimulai tahun 1511, sejak Malaka jatuh ke tangan Portugis. Di sini mereka diperlakukan dengan baik, diperbolehkan menetap di sekitar pelabuhan.Selain berdagang, orang Melayu juga menyiarkan agama Islam di Sulawesi Selatan, sehingga seluruh kerajaan memeluk agama Islam. Beberapa dari orang Melayu menduduki tempat penting di Sulawesi Selatan.Orang Melayu juga menjalin hubungan baik dengan Kerajaan Gowa, bahkan membantu Kerajaan Gowa dalam perang. Orang Melayu hidup dengan membentuk suatu perkampungan di sekitar pelabuhan.

Keywords


Orang Melayu; Sulawesi Selatan; islamisasi

Full Text:

PDF

References


Abdullah,Taufik, ed.1986.Sejarahdan Historiografi. Jakarta: Gramedia

______________ed. 1983.Agama dan Perubahan Sosial. Jakarta. Djambatan.

Al Haji Riau, Raja Ali. 1932.Tuhfat al Nafis; Sejarah Melayudan Bugis, Malayan (Malaysia): Journal of the Malayan Branch Royal Asiatic Society jilid X.

Ali, S. Husein. 1985. Rakyat Melayu: Nasib dan Masa Depannya. Jakarta: Sarana Aksara.

Amin, Encik. 2008. Syair Perang Mengkasar: The Rhymed Chronicle of the Macassar War, diterjemahkan oleh: Abdul Rahman Abu. Syair Perang Mengkasar. Makassar: Innawa bekerjasama dengan KITLVJakarta.

Andaya, Leonard Y. 2004. Warisan Arung Palakka, Sejarah Sulawesi Selatan Abad Ke 17. Makassar: Innawa.

Bahtiar. 2012. Islamisasi Di Tiro Bulukumba. Makassar: Al Qalam.

Efendi, Muslimin A.R. 2005. Jaringan Perdagangan Makassar Abad XVI-XVII. Wonogiri: Bina Citra Pustaka.

Hadrawi, Muhlis. Keberadaan Orang Melayu di Sulawesi Selatan Peringkat Awal (http/respository.unhas.ac.id/handle/123456789/3 886, diakses tgl 2 Desember 2018).

Kamaruddin, dkk.1985/1986. Pengkajian Transliterasi dan Terjemahan Lontarak Bilang Raja Gowa dan Tallo. Ujung Pandang: Depdikbud Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Sulawesi

Selatan Lagaligo.

Lontarak Patturioloanga ri Tu Gowaya, Diterjemahkan oleh Wolholff dan Abdul Rahman, tt, dengan Judul Sejarah Gowa. Makassar: Yayasan Kebudayaan Sulawesi-Selatan dan Tenggara.

MD. Nor, Mohd. Yusof.1984. Salasilah Melayu dan Bugis. Selangor: Fajar Bakti Sdn. Bhd.

Mappangara, Suriadi, et.al. 2003. Sejarah Islam di Sulawesi-Selatan. Makassar: Biro KAPP Setda Provinsi Sulawesi-Selatan bekerjasama dengan Lamacca Press.

______________, ed. 2004. Ensiklopedi Sejarah Sulawesi Selatan Sampai Tahun 1905. Makassar: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan.

Mattulada, 1982, Menyusuri Jejak Kehadiran Makassar dalam Sejarah. Makassar: Bhakti Baru.

______________, ed. 1998. Sejarah Masyarakat dan Kebudayaan Sulawesi-Selatan. Ujung Pandang: Hasanuddin University Press.

Nomay, Usman. 2009. Orang Melayu di Makassar. Yogyakarta: Ombak.

Paeni, Mukhlis. 2014. Membaca Manusia Bugis Makassar. Makassar: CV. Gisna Multi Mandiri bekerjasama Kurnia kalam

Semesta.

Patunru, Abdurrazak Daeng. 1993.Sejarah Gowa. Makassar: Yayasan Kebudayaan Sulawesi-Selatan dan Tenggara.

_______________________. 2004. Bingkisan Patunru, Sejarah Lokal Sulawesi Selatan. Makassar: Pusat Kajian Indonesia Timur (Puskit) bekerjasama dengan Lembaga Penerbitan UNHAS.

Pelras, Cristian. 1985. Religion, Tradition and the Dynamic of Islamizatin in South Sulawesi dalam Archipel (No. 29: Paris).

_____________. 2005. Manusia Bugis. Jakarta: Bekerjasama Nalar dengan Forum Jakarta- Paris.

Poelinggomang, Edward L, dkk.2004. Sejarah Sulawesi Selatan Jilid 1. Makassar: Balitbangda Provinsi Sulawesi Selatan.

Reid, Anthony. 1983. The Rice of Makassar, dalam: RIMA, Vol. XVII.

Skinner, C. 1963. Syair Perang Mengkasar (The Rhymed Crinicleof The Macassar). Gravenhafe: Martinus Nijholff (VKI No. 40).

Tiele, P.A. 1877. De Europeers in den Maleischen Archipel, dalam: BKI, No. 4, bgn 1. Viellers, John. 1990. Makassar: The Rise and Fall

of an East Indonesian Maritim Singapore: National University of Singapore Press.

Wolhoff, G.J dan Abdurrahim.Tnp thn.Sedjarah Goa. Makassar: Yayasan Kebudayaan Sulawesi Selatan dan Tenggara.




DOI: https://doi.org/10.36869/wjsb.v9i2.54

Refbacks

  • There are currently no refbacks.