RITUAL MATTOANA ARAJANG DI KECAMATAN LILIRILAU KABUPATEN SOPPENG

Arisal Arisal, Faisal Faisal

Abstract


Ritual Mattoana Arajang merupakan salah satu bentuk tradisi masyarakat Bugis Soppeng di Sulawesi Selatan yang masih bertahan hingga saat ini. Mattoana Arajang berarti melakukan atau menyuguhkan berbagai macam sajian kepada roh leluhur yang mendiami benda-benda Arajang. Tulisan ini merupakan hasil penelitian yang bersifat deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Ada dua pokok permasalahan yang dikaji dalam ritual Mattoana Arajang, yaitu (1) bentuk prosesi ritual, dan (2) makna perlengkapan utama di dalam ritual tersebut. Hasil analisis data menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan ritual Mattoana Arajang terdapat beberapa bentuk prosesi, yakni: mappammula tudang, mappangiso tedong, massappo wanua, maddewata, mattoana Arajang, manno salo, massulapaq eppa, mappaleppeq lao Datunna Sangiannge, dan mattubbang welenreng. Simbol-simbol ritual pada umumnya bermakna sebagai doa pengharapan kepada Sang Maha Pencipta agar hal yang mereka laksanakan mendapatkan imbalan dari Tuhan untuk mencapai kehidupan yang sejahtera, tenteram, dan tetap harmoni, baik di lingkup keluarga maupun di dalam kelompok masyarakat. Pelaksanaan ritual tersebut menggambarkan nilai karakter lokal masyarakat, seperti kekeluargaan, kebersamaan, persatuan, dan kerja keras.

Keywords


Mattoana Arajang; Kecamatan Lilirilau; Soppeng

Full Text:

PDF

References


Arisal. 2016. Makna Ungkapan dan Simbol dalam Prosesi Ritual Macceraq Masyarakat Bugis Soppeng Sulawesi Selatan. Makassar: Skripsi (belum diterbitkan).

Endraswara, Suwardi. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/uuno-5-tahun-2017-tentang-pemajuankebudayaan/ diakses tanggal 18 April2018.

Koentjaraningrat. 1992. Beberapa Pokok Antropologi Sosial. Jakarta: Dian Rakyat.

Latief, Halilintar. 2004. Bissu: Pergulatan dan Peranannya dalam Masyarakat Bugis. Depok: DESANTARA.

Makkulau, Farid W. 2008. Manusia Bissu. Makassar: Pustaka Refleksi.

Mastanning. 2015. Mattoana Arajang di Kecamatan Ajangale Kabupaten Bone (Suatu Tinjauan Kebudayaan Islam). Jurnal Rihlah Volume III Nomor 1, 128-135.

Moleong, Lexy J. 1990. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakaya.

Spradley, James P,.terjemahan Mizbah Zulfa Elisabeth. 1997. Metode Etnografi. Yogyakarta: PT Tiara Utama.

Sumange, Hary. 2001. “Arajanna Soppeng” Menurut Cerita Rakyat. Jurnal Walennae Volume IV Nomor 6, 55-62.

------------------- . 2014. Menelusuri Keberadaan Bissu (Calabai) di Kabupaten Soppeng. Jurnal Sulesana Volume 9 Nomor 2, 53-60.




DOI: https://doi.org/10.36869/wjsb.v9i2.55

Refbacks

  • There are currently no refbacks.