RITUAL MIMMALA MATAMBA BULUNG MASYARAKAT PATTAE’ KECAMATAN BINUANG KABUPATEN POLEWALI MANDAR

Abdul Rahman

Abstract


Permasalahan pokok yang dikaji dalam penelitian ini ialah ritual mimmala matamba bulung sebagai bagian dari ritual masyarakat Pattae di Polewali Mandar. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui proses, nilai, fungsi dan proses pewarisan ritual mimmala matamba bulung pada masyarakat Pattae. Dalam penelitian ini digunakan jenis penelitian kualitatif yang berusaha memahami dan menafsirkan makna suatu peristiwa interaksi tingkah laku manusia dalam situasi tertentu menurut perspektif peneliti. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan individu sebanyak delapan orang informan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ritual mimmala matamba bulung adalah ritual petani nenek moyang masyarakat Pattae’ yang bertujuan untuk meminta keselamatan dan kesuburan tanaman, ritual ini dilakukan setiap bulan Maret atau April setiap tahunnya ketika memasuki masa panen. (2) ritual mimmala matamba bulung memiliki fungsi sosial-ekonomi dan sebagai wujud nilai gotong royong masyarakat agar senantiasa menjaga keharmonisan dengan alam. (3) ritual mimmala matamba bulung diwariskan turun temurun oleh masyarakat dengan peran penting dari Tomatua.


Keywords


Ritual; Masyarakat Pattae'; Fungsi Sosial-Ekonomi; Religi; Partisipasi;

References


DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, O. S. (2017). Ekologi Manusia Dan Pembangunan Berkelanjutan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Adimihardja, K. (1999). Petani Merajut Tradisi Di Era Globalisasi. Bandung: Humaniora Press.

Agus, B. (2006). Agama Dalam Kehidupan Manusia. Jakarta: Rajawali Pers.

Ahimsa-Putra, H. S. (2006). Esei-Esei Antropologi: Teori, Metodologi, dan Etnografi. Yogyakarta: Kepel Press.

Bachtra, R., & Saifuddin, A. F. (2015). Environasionalisme: Suatu Wujud Pendidikan Konstruktivisme. Jakarta: Prenadamedia Group.

Dewi, S. (2018). Ekofenomenologi: Mengurai Disekuilibrium Relasi Manusia Dengan Alam. Serpong: Marjin Kiri.

Febrianto, A. (2016). Antropologi Ekologi: Suatu Pengantar. Jakarta: Kencana.

Ghazali, A. M. (2011). Antropologi Agama (Upaya Memahami Keragaman, Kepercayaan, Keyakinan, dan Agama). Bandung: Pustaka Alfabeta.

Handoyo, E. dkk. (2015). Studi Masyarakat Indonesia. Yogyakarta: Ombak.

Keraf, A. S. (2017). Filsafat Lingkungan Hidup. Yogyakarta: Kanisius.

Komara, E. (2019). Teori Sosiologi Dan Antropologi. Bandung: Refika Aditama.

Kuncoro, A., & Harmadi, S. H. B. (2016). Mozaik Demografi: Untaian Pemikiran Tentang Kependudukan Dan Pembangunan. Jakarta: Salemba Empat.

Legawa, I. M. (1999). Organisasi Sosio Religius di Bali. In Petani Merajut Tradisi di Era Globalisasi. Bandung: Humaniora Press.

Mulyadi, Y. (2015). Profil Budaya Masyarakat Pattae. Mamuju: Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat.

Nur, S. (2005). Islam Pesisir. Yogyakarta: Lkis Pelangi Aksara.

Poerwanto, H. (2005). Kebudayaan Dan Lingkungan Dalam Perspektif Antropologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Saifuddin, A. F. (2006). Antropologi Kontemporer: Suatu Pengantar Kritis Mengenai Paradigma. Jakarta: Kencana.

Sugeng, P. (2016). Metode Penelitian Komunikasi Kualitatif. Malang: Intrans Publishing.

Syam, N. (2007). Madzhab-Madzhab Antropologi. Yogyakarta: Lkis Pelangi Aksara.

Usman, S. (2015). Esei-Esei Sosiologi Perubahan Sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Yadnya, I. B. P., & Ardika, I. W. (2017). Dinamika Manusia Dan Kebudayaan Indonesia Dari Masa Ke Masa. Denpasar: Pustaka Larasan bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana.




DOI: https://doi.org/10.36869/wjsb.v11i1.69

Refbacks

  • There are currently no refbacks.