EKSISTENSI DAN DINAMIKA PERTUNJUKAN MUSIK TRADISIONAL MANDAR DI KABUPATEN POLMAN SULAWESI BARAT

Raodah Raodah

Abstract


 Artikel ini mendeskripsikan tentang eksistensi musik tradisional Mandar, yang menguraikan tiga hal yaitu makna musik tradisional pada masa lalu, pertunjukan musik tradisional masa kini dan model pertunjukan musik tradisional Mandar. Penelitian ini menggunakan  metode kualitatif dan dianalisis dengan model interaktif. Teknik penggumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dipilih secara purposive meliputi: seniman legendaris, seniman muda dan tokoh masyarakat pemerhati musik tradisional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Mandar telah mengenal musik tradisional sejak dahulu, musik tradisional  ada bersamaan dengan lahirnya petani Mandar. Alat musik tradisional Mandar yang masih eksis sampai sekarang dan hadir dalam berbagai pertunjukan di festival musik tradisional, seperti calong, gongga lima, keke, ganrang, dan kecapi Mandar. Model pertunjukan musik tradisional Mandar dilakukan dalam bentuk pertunjukan satu jenis alat musik (ansamble), pertunjukan berkolaborasi dengan alat musik tradisional Mandar atau dengan alat musik modern, dan  model pertunjukan musik tradisional sebagai pengiring tarian (tu’duq). Dalam perkembangannya pertunjukan musik tradisional Mandar mengalami kemajuan, diberbagai ajang festival. Pertunjukan musik tradisional Mandar berhasil meraih juara pada ditingkat lokal, nasional maupun internasional. Saat ini seniman muda Mandar mulai bangkit dengan mengeksplor permainan musik tradisional melalui media sosial dalam bentuk video youtube.


Keywords


Pertunjukan; musik tradisional; Mandar; eksistensi



DOI: https://doi.org/10.36869/wjsb.v10i2.8

Refbacks

  • There are currently no refbacks.