MASYUMI PARTY AND UTOPIA: THE IMPLEMENTATION OF POLITICAL TRIAS IN SULAWESI IN 1950-1953

Khaerul Amri, Ilham Daeng Makkelo, Bambang Sulistyo Edi

Abstract


This paper focuses on the application of Political Trias in Sulawesi Province after re-declaring as a part of NKRI. Method used in this research is historical method, which explains research problem based on historical perspective. Its procedure includes four steps, finding and collecting data (heuristic), critique source (selecting data), interpretation, and historiography. The result of this study indicates that the application of Political Trias in Sulawesi had underground various governance adjustments as a form of power sharing. The formulation of power distribution changed in the early days of independence, then colored by the presence of political parties’ interests at the local level. One of the parties that succeeded in playing political arena in Sulawesi was the Masyumi Party


Keywords


politics, government, masyumi, power

References


E. Daftar Pustaka

A. Arsip

Arsip Nasional Republik Indonesia. Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri tanggal 22 September 1951 No. Des. 1/14/4). Jakarta: Menteri Dalam Negeri

Arsip Nasional Republik Indonesia. 1951. Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 1951 tentang Pembekuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan Dewan Pemerintah Daerah Sulawesi-Selatan, Persiapan Pembubaran Daerah Sulawesi-Selatan dan Pembagian Wilayahnya Dalam Lingkungan Daerah Otonom Propinsi Sulawesi. Jakarta: Lembaran Negara dan Tambahan Lembaran Negara Tahun 1959 yang Telah Dicetak Ulang. Lembaran Negara nomor: LN 1951/82; TLN NO. 148

Arsip Nasional Republik Indonesia. 1952. Pembubaran Daerah Sulawesi Selatan Dan Pembagain Wilayahnya Dalam Daerah-Daerah Swatantra. Jakarta: Lembaran Negara dan Tambahan Lembaran Negara Tahun 1959 yang Telah Dicetak Ulang. Lembaran Negara Nomor: LN 1952/48; TLN NO. 263.

B. Buku

Barbara Sillars Harvey, Pemberontakan Kahar Muzakkar: Dari Tradisi ke DI/TII. Jakarta: PT. Pustaka Utama Grafiti. 1989.

Burhan Djabir Magenda, “Perubahan dan Kesinambungan dalam Pembelahan Masyarakat Indonesia” Prisma (No. 4 tahun 1990).

Djohermansyah Djohan, “Otonomi Daerah Masa Kemerdekaan Hingga Demokrasi Terpimpin,” dalam Soetandyo Wignosubroto, dkk., Pasang Surut Otonomi Daerah: Sketsa Perjalanan 100 Tahun. Jakarta: Institute for Local Development dan Yayasan Tifa, 2005.

Kaelan. Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Perguruan Tinggi. Yogyakarta: Paradigma, 2010.

Kementrian Penerangan. Republik Indonesia Propinsi Sulawesi. Indonesia: Kementrian Penerangan, 1953.

Miriam Budiardjo. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2005.

Pemerintah Propinsi Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan. Sejarah Perkembangan Pemerintahan Departemen Dalam Negeri di Propinsi Sulawesi Selatan. Indonesia: Pemerintah Propinsi Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan, 1991.

Sekretariat DPR-GR. Seperempat Abad Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Djakarta: Sekretariat DPR-GR, 1970.

Soebagijo I.N., Sudiro: Pejuang Tanpa Henti. Jakarta: PT. Gunung Agung, 1981.

The Liang Gie, Pertumbuhan Pemerintahan Daerah Di Negara Republik Indonesia Jilid I. Yogyakarta: Liberti, 1993.

W.F. Wertheim, Masyarakat Indonesia Dalam Transisi: Studi Perubahan Sosial (terj.) Misbah Zulfah Ellizabet. Yogyakarta: PT. Tiara Wacana, 1999.

C. Koran

Pedoman Rakjat

“Daerah-Isme,”Pedoman Rakjat, edisi 21 Agustus 1951, hlm. 1.

“Pencalonan dg. Pasewang dan pengangkatan Sudiro. Djawaban Menteri Dalam Negeri,” Pedoman Rakjat, edisi 30 Agustus 1951, hlm. 2.

“Pendjelasan Kedjapen Prosul Terhadap Mosi PKR Bertentangan Dgn Kenyataan,” Pedoman Rakjat, edisi 16 Januari 1952, hlm. 4.

“Masjumi wilayah Sulawesi Minta Gub. Sudiro diganti, ”Pedoman Rakjat, edisi 22 Januari 1952, hlm. 4.

“Sudiro Sudah Tidak Disukai Oleh Rakjat,” Pedoman Rakjat, edisi 7 Januari 1953, hlm.1.

“Dari Konp. Gubernur (Penutup): Soal agraria, otonomi, desentralisasi dan desa,” Pedoman Rakjat, edisi 11 Agustus 1952, hlm.2

Marhaen

“Belum Terlambat,” Marhaen, edisi 15 Pebruari 1954, hlm.2.

“Anggota2 DPRD Minahasa Memprotes Pemerintah Pusat karena Pembubaran DPRD,” Marhaen, edisi 18 Juni 1953, hlm. 2.

Koran Belanda

“De Zuid Celebes Raad”, de Vrije pers, edisi 19 Desember 1950, hlm. 1.

“Masjumi wil Zd.-Celebesraad opheffen” DE LOCOMOTIEF, edisi 19 Desember 1950, hlm.2.

“Sudiro Gouverneur Sulawesi”, Niew Courant, edisi 2 Juli 1951, hlm. 2.

“Ondemocratische benoemingen”, Java Bode, edisi 16 Agustus 1951, hlm.2

“Zaterdagmorgen heeft de aftredende”, Niewsgier, edisi 12 Maret 1951, hlm.1

“Politieke Krachtsverhondingen in Makassar”, Java Bode, edisi 8 Februari 1952, hlm. 2.

D. Undang-Undang

Undang-Undang No. 22 tahun 1948

Undang-undang NIT No. 44 tahun 1950




DOI: https://doi.org/10.36869/wjsb.v11i2.80

Refbacks