TRADISI MANRE SIPULUNG OLEH MASYARAKAT WATANGNEPO DI DESA NEPO KABUPATEN BARRU

Ansaar Arabe

Abstract


Manre sipulung berarti makan bersama dan merupakan salah satu tradisi budaya masyarakat Bugis di Desa Nepo, Kabupaten Barru, yang hingga kini masih dipertahankan setelah panen padi. Materi tulisan ini diambil dari hasil penelitian lapangan yang menggunakan metode wawancara, pengamatan, dan kajian pustaka. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan tradisi manre sipulung dan mengkaji nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa dalam pelaksanaannya, tradisi manre sipulung tidak hanya dihadiri oleh warga setempat, tetapi juga dari luar desa, bahkan luar kabupaten. Masyarakat setempat percaya bahwa keberuntungan akan datang jika tradisi manre sipulung terlaksana dengan baik, misalnya masyarakat akan mendapatkan curah hujan yang sangat  dibutuhkan dalam kegiatan pertanian, ketenteraman kampung terjaga, serta rezeki masyarakat lebih meningkat. Sebaliknya, harapan bersama sulit tercapai jika tradisi manre sipulung tidak dilaksanakan. Dalam pelaksanaan tradisi manre sipulung, terkandung beberapa nilai budaya yang dapat dijadikan acuan dalam hidup bermasyarakat, antara lain: nilai musyawarah, nilai solidaritas dan nilai kebersamaan.


Keywords


manre sipulung; tradisi; nilai budaya

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.36869/wjsb.v7i1.88

Refbacks

  • There are currently no refbacks.